Bagaimana Menjadi Seorang Pramuka

Jika mendengar kata Pramuka saat ini, sangat banyak cemoohan yang datang dari berbagai kalangan yang mereka sendiri tidak mengenal jauh apa Pramuka itu. Menjadi seorang pandu adalah sebuah pilihan dan panggilan hati. Tidak ada paksaan didalamnya dan tidak ada pula keharusan mengikutinya. Meskipun ada beberapa yang terpaksa dan dipaksa, namun akhirnya berhenti juga ditengah jalan.
Menjadi seorang pandu sejati tidaklah perkara mudah, bukan juga perkara yang sulit. Melihat kebelakang betapa banyaknya peran Pramuka itu terhadap masyarakat sekitarnya. Belum lagi pendidikan-pendidikan yang didapatkan selama pelatihan. Jiwa seorang Pramuka adalah jiwa yang tidak boleh terkalahkan oleh sikap-sikap yang menjatuhkan.
Lalu bagaimana seorang Pramuka bisa disebut dengan Pramuka sejati ?
Pramuka adalah Praja Muda Karana (Sekumpulan anak muda yang suka berkarya), sangat jelas terlihat bahwa Pramuka diciptakan adalah untuk tetap kreatif dan tanggap akan segala hal. Oleh sebab itu kegiatan Pramuka lebih banyak dilakukan diluar ruangan (Alam bebas) dari pada di ruangan. 
Pramuka sejati hanya bisa lahir dari hati masing-masing, tidak bisa ditularkan secara penuh oleh seorang Senior, Pembina, atau siapapun didalamnya, meski bisa sebagai pendorong namun tidak bisa secara penuh. Mereka lahir dari hati-hati yang bersih yang ingin maju dan memajukan Tanah Airnya. Agar kelak dia bisa menjadi penerus Bangsa dan meneruskan cita-cita pahlawan terdahulu.
Pramuka tidak hanya soal ajang perkemahan tingkat Cabang, Daerah, Nasiona, ataupun Internasional. Namun Pramuka adalah mereka yang berjiwa sosial yang tinggi, yang oleh ilmunya dapat berguna bagi masyarakat banyak. Yang oleh ilmunya telah menciptakan sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh orang banyak dalam hal kebaikan. Dengan begitu maka akan ada beberapa persiapan yang harus dilalui oleh pandu-pandu dalam mencapainya.
  1. Yang pertama adalah Niat, niat menjadi senjata utama yang harus dimiliki oleh setiap Pramuka. Karena tanpa niat yang benar semua tidak akan bisa dicapai dan bahkan jauh panggang dari Api. Dengan niat yang kuat dan tulus maka apapun halangan dan rintangan yang ada di depan akan sangat mudah dilewati.
  2. Yang kedua adalah Rasa Cinta Tanah Air, hal ini akan berdampak kepada kita bahwa ada banyak hal yang harus kita kerjakan agar Bangsa ini bisa kembali berdiri diatas kakinya sendiri seperti keinginan para pendahulu kita. Adanya rasa ini akan mengajak kita untuk tetap menjadi seorang yang akan tetap mempertahankan harga dirinya dan Bangsanya.
  3. Selanjutnya yang ketiga adalah Banyak Membaca, ya salah satu kelemahan masyarakat Indonesia adalah rendahnya minat baca. “Apasih pentingnya membaca ? kan di Pramuka bermainnya di Alam bebas”. Benar, namun bagaimana kita bisa bermain di dalam bebas tanpa adanya pengetahuan, bagaimana kita bisa tahu keadaan sekitar kita tanpa adanya pelajaran. Ilmu yang paling bagus sumbernya adalah membaca, karena kalau hanya mendengar dan melihat, ilmu hanya bisa bertahan dalam beberapa waktu yang singkat. Tapi dengan membaca dia akan selalu terekam dalam ingatan meskipun kita lupa maka akan muncul jika kita sedang membutuhkannya.
Tiga diatas adalah bagian yang umumnya, selebihnya ilmunya bisa didapatkan dari diri sendiri atau juga dari Pembina/Pamong Pramuka pada saat sesi latihan Pramuka.
Sudah membahas Persiapan. Lantas, apa saja yang harus dihindari oleh seorang Pramuka ?
Selain kita mempersiapkan diri yang baik, ada hal-hal yang harus dihindari oleh seorang Pramuka.
  1. Sifat Sombong, sombong adalah sifatnya setan dan setan adalah golongan yang rusak. Banyak pramuka yang ketika dijalan merasa gagah dan lebih dari Pramuka lainnya. Memandang rendah golongan lain selain dari golongan komunitasnya. Sifat ini harus dihindari karena ini bertentangan keras dengan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.
  2. Sifat Gelas Penuh, ini sama dengan sombong tapi mempunyai keterangan yang lebih spesifik. Jika kita berada pada lingkungan orang lain atau yang tidak kita kenal maka jangan memakai sifat Gelas Penuh, maksudnya jika gelas penuh di isi air maka dia akan tumpah. Artinya jika dalam lingkungan orang lain dan terlibat dalam diskusi maka kosongkan Gelas Kita agar air-air yang dituangkan tetap masuk dan tidak tumpah. Gelas Penuh ini sama dengan pengetahuan kita.
Dua diatas merupakan yang sering dilakukan oleh banyak orang. Namun seorang Pramuka sejati akan selalu menghindari hal tersebut, karena seorang Pramuka adalah seorang yang berjiwa Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Demikianlah sesi Materi Online kali ini.

Sampai Jumpa

Salam Pramuka!
Wassalamualaikum Wr. Wb

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts